Pemberdayaan finansial merupakan aspek penting dari pemberdayaan perempuan secara keseluruhan. Di banyak masyarakat, perempuan secara tradisional tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan keuangan dan memiliki akses terbatas terhadap sumber daya yang dapat membantu mereka mencapai kemandirian ekonomi. Namun, salah satu praktik keuangan yang semakin populer di kalangan wanita dalam beberapa tahun terakhir adalah Susu.
Susu adalah sistem simpan pinjam tradisional yang berasal dari Afrika Barat dan kemudian menyebar ke belahan dunia lain. Konsepnya sederhana: sekelompok individu mengumpulkan uang mereka secara rutin, biasanya mingguan atau bulanan, dan bergiliran menerima pembayaran sekaligus. Rotasi ini berlanjut hingga setiap anggota kelompok menerima bagiannya.
Salah satu manfaat utama Susu adalah menyediakan platform bagi perempuan untuk menabung dan mengakses kredit tanpa harus bergantung pada lembaga keuangan formal. Hal ini sangat penting dalam masyarakat di mana perempuan mungkin menghadapi hambatan dalam mengakses layanan perbankan tradisional, seperti kurangnya agunan atau pengetahuan keuangan.
Susu juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling mendukung antar anggotanya. Dengan berkumpul untuk menabung dan meminjamkan uang satu sama lain, perempuan dapat membangun jaringan sosial yang kuat dan sistem pendukung yang dapat membantu mereka menghadapi tantangan dan peluang keuangan.
Selain itu, berpartisipasi dalam kelompok Susu dapat membantu perempuan mengembangkan disiplin dan literasi keuangan. Dengan berkomitmen pada jadwal tabungan dan pembayaran kembali secara teratur, perempuan dapat mempelajari keterampilan pengelolaan uang yang berharga yang dapat membantu mereka membuat keputusan keuangan yang tepat di masa depan.
Selain manfaat praktis dari Susu, ada juga pemberdayaan psikologis yang didapat dengan menjadi bagian dari kelompok simpan pinjam. Mengetahui bahwa mereka memiliki sistem pendukung dapat memberi perempuan kepercayaan diri untuk mencapai tujuan dan aspirasi keuangan mereka, baik itu memulai bisnis, berinvestasi dalam pendidikan, atau menabung untuk masa depan.
Secara keseluruhan, Susu dapat menjadi alat pemberdayaan finansial yang ampuh bagi perempuan. Dengan menyediakan ruang simpanan dan kredit yang aman dan inklusif, membina komunitas dan saling mendukung, serta mendorong literasi dan disiplin keuangan, Susu dapat membantu perempuan mengendalikan kehidupan finansial mereka dan mencapai kemandirian ekonomi. Ini adalah rahasia yang semakin banyak ditemukan perempuan saat mereka berupaya menuju pemberdayaan finansial dan kemandirian.
